Kalender Hijriah Islam
Kalender Hijriah adalah kalender utama yang digunakan di seluruh dunia Islam untuk ibadah keagamaan. Berdasarkan siklus bulan alih-alih tahun matahari, kalender ini telah digunakan secara terus-menerus sejak ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab pada 638 M.
Asal Usul Sejarah
Kalender Hijriah dihitung sejak Hijrah — perpindahan Nabi Muhammad ﷺ dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Peristiwa ini dipilih sebagai titik awal karena menandai berdirinya pemerintahan Muslim terorganisir pertama di Madinah. Kalender ini secara resmi diadopsi sekitar 17 tahun kemudian untuk menyeragamkan pencatatan tanggal di seluruh dunia Islam yang berkembang. Tahun 1 H (Setelah Hijrah) bersesuaian dengan 622 M.
Struktur Kalender
Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan lunar yang bergantian antara 29 dan 30 hari, berjumlah 354 atau 355 hari per tahun. Ini menjadikannya sekitar 11 hari lebih pendek dari kalender matahari Gregorian. Akibatnya, tanggal-tanggal Islam berputar melalui kalender Gregorian selama kurang lebih 33 tahun, artinya Ramadan, Haji, dan ibadah lainnya melewati setiap musim seiring waktu.
Dua Belas Bulan
Dua belas bulan Hijriah adalah: Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Empat bulan dianggap suci: Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah. Ramadan adalah bulan puasa, dan Zulhijah adalah bulan ibadah Haji.
Pengamatan Hilal
Secara tradisional, bulan Hijriah baru dimulai ketika hilal (bulan sabit) terlihat oleh saksi-saksi terpercaya setelah matahari terbenam menyusul bulan baru. Berbagai wilayah dan otoritas menggunakan kriteria yang berbeda: sebagian mengharuskan pengamatan fisik dengan mata telanjang, sebagian menerima perhitungan astronomi, dan sebagian menggunakan kombinasi. Hal ini dapat menyebabkan komunitas yang berbeda memulai bulan pada hari yang berbeda — itulah mengapa tanggal Hari Raya terkadang berbeda antar negara.
Kriteria Visibilitas
Kriteria astronomi modern berupaya memprediksi visibilitas hilal secara ilmiah. Kalender Umm al-Qura menggunakan perhitungan untuk Mekah sebagai referensi. MABIMS (digunakan di Asia Tenggara) memerlukan sudut ketinggian dan elongasi minimum. ISNA menggunakan perhitungan astronomi untuk Amerika Utara. Kriteria Afrika Selatan dan Turki masing-masing memiliki parameter tersendiri. Metode tabulasi menggunakan siklus aritmetika tetap 30 tahun sebagai alternatif yang lebih sederhana.
Makna Keagamaan
Sifat lunar kalender Hijriah membawa makna keagamaan yang mendalam. Ini memastikan bahwa kewajiban agama seperti puasa di bulan Ramadan dialami di semua musim seiring waktu, berbagi tingkat kesulitan yang bervariasi di berbagai iklim. Ketergantungan pada pengamatan bulan menghubungkan umat Islam dengan pengamatan langit dan ritme alami ciptaan.
Konten ini berdasarkan perhitungan astronomi dan tradisi keilmuan. Untuk hukum agama, silakan berkonsultasi dengan otoritas Islam setempat Anda.
Prayer times by city